Jumat, 28 April 2017

                 
                  Terima kasih telah berkunjung ke blog yang seadanya ini lansung saja saya ingin membagi hasil kerja saya agar dapat berguna dan dapat digunakan dengan tujuan menambah wawasan kita semua. 

                Mohon maaf ketikan di bawah hanya pratinjau saja tetapi anda bisa mendownload yang full edited setelah makalah ini.
 



Makalah Gempa



KATA PENGANTAR



Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Gempa” ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai gempa. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.


       Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.







Mura, 25 Maret 2017





Penyusun



















DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR .................................................................................. 1


DAFTAR ISI ............................................................................................... 2


BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 3


1.1   Latar belakang .................................................................................... 3

1.2   Masalah .............................................................................................. 3

1.3   Tujuan ................................................................................................ 3

BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................... 4


2.1   Pengertian dan Klasifikasi Gempa .................................................... 4

2.1.1 Pengertian Gempa ..................................................................... 4

2.1.2 Klasifikasi Gempa ..................................................................... 4

2.2  Akibat yang ditimbulkan oleh Gempa ............................................... 5

2.3  Gempa-gempa Terhebat dalam Catatan Sejarah Dunia ..................... 7

2.4  Upaya Pencegahan Kerusakan Parah terhadap Gempa ..................... 8

BAB III PENUTUP  ............................................................................................ 10


3.1  Kesimpulan ........................................................................................ 10

3.2  Saran ...................................................................................................10













BAB 1

PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang


Gempa bumi adalah sentakan asli dari bumi yang bersumber di dalam bumi yang merambat melalui permukaan bumi dan menembus bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). 


Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan. Terdapat dua teori yang menyatakan proses terjadinya atau asal mula gempa yaitu pergeseran sesar dan teori kekenyalan elastis. Gerak tiba tiba sepanjang sesar merupakan penyebab yang sering terjadi.


1.2 Masalah


1.2.1 Apakah yang dimaksud dengan gempa bumi?
1.2.2. Apa saja jenis – jenis gempa bumi?
1.2.3. Apa saja upaya penanggulangan dari gempa bumi?
1.2.4. Apakah akibat dari gempa bumi tersebut?
1.2.5. Apa saja gempa yang paling besar pernah terjadi di dunia?


1.3 Tujuan


           
Tujuannya adalah untuk memberikan informasi tentang gempa bumi, baik penyebab dan akibat gempa tersebut, maupun jenis – jenisnya, serta lokasi gempa terhebat dunia dan lain-lain.









BAB II



PEMBAHASAN




2.1 Pengertian dan Klasifikasi Gempa



            2.1.1 Pengertian Gempa



Gerakan keras dan terjadi secara tiba – tiba dibawah permukaan bumi disebut gempa bumi. Kadangkala bumi bergoncang hebat, sehingga bangunan rumah dan gedung – gedung runtuh, jalan dan jembatan rusak serta saluran air dan kawat listrik putus.



Gempa merupakan peristiwa alam yang sangat menghancurkan. Gempa terjadi tidak dengan peringatan atau tanda – tanda awal, tetapi berlangsung begitu saja. Getaran dahsyat dapat mengguncang dan membelah bumi. Akibatnya, bangunan – bangunan dipermukaan bumi rusak dan hancur.



2.1.2 Klasifikasi Gempa


1. Gempa Tektonik


Kebanyakan gempa bumi terjadi disebabkan oleh gejala tektonik, yaitu gerakan – gerakan sepanjang sesar atau retakan kerak bumi. Gejala tektonik ini merupakan bagian yang dipelajari dalam teori lempeng tektonik. Menurut teori lempeng tektonik pembentukan batuan baru terus – menerus berlangsung pada lapisan kerak bumi. Materi batuan dari bagian bumi yang sangat dalam muncul di sepanjang punggung bukit di dasar laut. Akibatnya, materi batuan yang lama terdesak oleh materi batuan baru. Pelebaran dasar laut terjadi akibat peristiwa ini. Munculnya materi batuan baru menyebabkan gerakan lempeng – lempeng benua. Lempeng – lempeng benua ini ada yang bergerak saling mendekat ( tabrakan ), saling menjauh ( pelebaran ) dan saling bersinggungan( sesar ). 


2. Gempa Vulkanik


Gempa yang menggoncang bumi dapat ditimbulkan oleh gejala vulkanik atau gunung api. Letusan gunung api terjadi disebabkan oleh aliran magma dari dalam bumi menerobos keatas pada lapisan kerak bumi. Gempa vulkanik mungkin terasa sangat keras didaerah sekeliling gunung api. Pengaruh gempa vulkanik tidak sampai dalam radius jarak yang jauh. Intensitas gempa biasanya lemah sampai sedang.
 
3. Gempa runtuhan 


Selain gempa tektonik dan gempa vulkanik, gempa bumi dapat terjadi karena runtuhan lapisan batuan bagian atas. Kegiatan penambangan bawah tanah menyisakan rongga-rongga dibawah tanah. Rongga-rongga bawah tanah yang berupa gua-gua juga dapat terbentuk oleh pelarutan batuan kapur. Apabila rongga-rongga bawah tanah itu runtuh,bumi akan bergetar. Gempa jenis ini bersifat lokal dan kekuatannya paling lemah bila dibandingkan kedua gempa di atas.


2.2 Akibat yang ditimbulkan oleh Gempa

 Goncangan gempa bisa sangat hebat dan dampak yang ditimbulkannya juga tidak kalah dahsyat. Gempa merupakan salah satu fenomena alam yang menimbulkan bencana. Dilihat dari efek atau akibat yang ditimbulkan, kejadian-kejadian yang mungkin terjadi mengiringi peristiwa gempa bumi sebagai berikut.


1. Gelombang tsunami


Salah satu akibat dari gempa bumi adalah munculnya gelombang tsunami jika sumber gempa di bawah laut. Gelombang tsunami tersebut muncul jika di pusat gempa terjadi patahan lempeng bumi turun sehingga air laut surut sementara. Akan tetapi tidak lama kemudian gelombang sangat tinggi dan berkecepatan luar biasa menerjang pantai dan masuk jauh ke daratan. Selanjutnya gelombang ini merusak apa saja yang dilaluinya.

Sebelum tsunami muncul, biasanya muncul tanda-tanda seperti terjadi gerakan tanah, getaran kuat, muncul cairan hitam atau putih dari arah laut, biasanya juga terdengar bunyi keras, tercium bau garam menyengat dan air laut terasa dingin.


2. Kerusakan bangunan


Gempa merupakan suatu pergerakan permukaan bumi disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik yang terdapat di bawah permukaan bumi. Dengan bergoyangnya permukaan bumi, maka bangunan-bangunan seperti gedung sekolah, pusat pertokoan, perkantoran, maupun rumah-rumah penduduk dapat hancur atau paling tidak retak.


3. Mengubah topografi atau bentuk muka bumi


Dari hasil penelitian Walhi (Wahana Lingkungan Hidup) Yogyakarta diketahui bahwa terjadi perubahan topografi tanah di sekitar Yogyakarta akibat gempa bumi tanggal 27 Mei 2006 yang lalu. Gempa bumi tersebut memicu longsoran tanah dan mengakibatkan perubahan struktur tanah di daerah-daerah berlereng curam akibat guncangan gempa. Struktur tanah seperti ini berbutir kasar dan dalam kondisi kering akan merapat. Akibat pengaruh gempa, tegangan pori udara dalam lapisan tanah pasir meningkat, dan tegangan efektif tanah menurun hingga mencapai nilai terendah. Dengan demikian tanah kehilangan kekuatan sehingga mengakibatkan runtuhnya lapisan di atas pembentuk lereng dan memicu terjadi tanah longsor.


4. Menyebabkan keretakan permukaan bumi


Selain tsunami dan hancurnya infrastruktur, gempa bumi juga mengakibatkan keretakan permukaan tanah. Keretakan ini disebabkan permukaan tanah ikut bergerak ketika lempeng tektonik di bawahnya saling berbenturan.


5. Menyebabkan perubahan tata air tanah


Pada dasarnya sebelum terjadi gempa tata air tanah bersifat terbuka, tidak bertekanan, berlapis-lapis sesuai dengan struktur batuan dan tanah sehingga ada mata air kecil, relatif besar, dan sudah terbentuk kantong-kantong air di bawah tanah. Kantong-kantong air tersebut secara rutin terisi oleh saluran primer, sekunder, dan tersier berdasarkan struktur dan kestabilan tanah yang telah terbentuk sebelumnya. Ketika terjadi gempa bumi lapisan dalam kantong-kantong air ini patah sehingga terjadi kebocoran, lapisan tanah terkoyak, dan bergeser.

 Oleh karena itu wajar jika setelah gempa tiba-tiba ada mata air yang mati, sumur kering, atau muncul mata air baru di tempat lain. Hilangnya mata air atau munculnya mata air baru di tempat lain akibat patahan dan pergeseran kantong-kantong air ini menunjukkan adanya perubahan tata air setelah guncangan gempa.


6. Mengakibatkan trauma psikis atau mental

Ternyata bencana gempa, gunung meletus, dan tsunami tidak hanya mengakibatkan kerusakan fisik atau bangunan, harta benda, dan jiwa manusia, tetapi juga kondisi kejiwaan bagi para korban. Akibat bencana tersebut, sebagian besar korban dapat mengalami penderitaan biopsikososial yaitu gangguan akan kewaspadaan den kepekaan yang berlebihan terhadap sekadar perubahan suara, perubahan keadaan, dan aneka perubahan kecil lain yang sebenarnya wajar terjadi di tengah kehidupan sehari-hari.


2.3 Gempa-gempa Terhebat dalam Catatan Sejarah Dunia

1. 1 September 1923 - Di Yokohama, Jepang pada ukuran 8,3 skala Richter dan merenggut sedikitnya 140.000 nyawa.

2. 31 Mei 1935 - Di Quetta, India pada ukuran 7,5 skala Richter dan menewaskan 50.000 orang.

3. 24 Januari 1939 - Di Chillan, Chile dengan ukuran 8,3 pada skala Richter, 28.000 kematian.

4. 26 Desember 1939 - Wilayah Erzincan, Turki pada ukuran 7,9, dan menyebabkan 33.000 orang tewas.

5. 29 Februari 1960 - Di barat daya pesisir pantai Atlantik di Maghribi pada ukuran 5,7 skala Richter, menyebabkan kira-kira 12.000 kematian dan memusnahkan seluruh kota Agadir.

6. 4 Februari 1976 - Di Guatemala, berukuran 7,5 pada skala Richter dan menyebabkan 22.778 terbunuh.

7. 28 Juli 1976 - Tangshan, Cina, berukuran 7,8 pada skala Richter dan menyebabkan 240.000 orang terbunuh.

8. 4 Maret 1977 - Vrancea, timur Rumania, dengan besar 7,4 SR, menelan sekitar 1.570 korban jiwa, diantaranya seorang aktor Rumania Toma Caragiu, juga menghancurkan sebagian besar dari ibu kota Rumania, Bukares (Bucureşti).

9. 16 September 1978 - Di timur laut Iran, berukuran 7,7 pada skala Richter dan menyebabkan 25.000 kematian.

10. 19 September 1985 - Di Mexico Tengah dan berukuran 8,1 pada Skala Richter, merenggut lebih dari 9.500 nyawa.

11. 7 Desember 1988 - Barat laut Armenia, berukuran 6,9 pada skala Richter dan menyebabkan 25.000 kematian.

12. 21 Juni 1990 - Di barat laut Iran, berukuran 7,3 pada skala Richter, merengut 50.000 nyawa.

13. 12 Desember 1992 - Di Flores, Indonesia berukuran 7,9 pada skala richter dan menewaskan 2.500 orang.

14. 30 September 1993 - Di Latur, India dengan ukuran 6,0 pada skala Richter dan menewaskan 1.000 orang.

15. 17 Januari 1995 - Di Kobe, Jepang dengan ukuran 7,2 skala Richter dan merenggut 6.000 nyawa.

16. 17 Januari 1995 - Di Kobe, Jepang dengan ukuran 7,2 skala Richter dan merenggut 6.000 nyawa.

17. 25 Januari 1999 - Barat Colombia, pada magnitudo 6 dan merenggut 1.171 nyawa.

18. 17 Agustus 1999 - barat Turki, berukuran 7,4 pada skala Richter dan merenggut 17.000 nyawa

19. 1 September 1999 - Taiwan, berukuran 7,6 pada skala Richter, menyebabkan 2.400 korban tewas.

20. 26 Januari 2001 - India, berukuran 7,9 pada skala Richter dan menewaskan 2.500 ada juga yang mengatakan jumlah korban mencapai 13.000 orang.

21. 21 Mei 2002 - Di utara Afganistan, berukuran 5,8 pada skala Richter dan menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas.

22. 26 Desember 2003 - Gempa bumi kuat di Bam, barat daya Iran berukuran 6.5 pada skala Richter dan menyebabkan lebih dari 41.000 orang tewas.

23. 26 Desember 2004 - Gempa bumi dahsyat berkekuatan 9,0 skala Richter mengguncang Aceh dan Sumatera Utara sekaligus menimbulkan
gelombang tsunami di samudera Hindia. Bencana alam ini telah merenggut lebih dari 220.000 jiwa.

24. 8 Oktober 2005 - Gempa bumi besar berkekuatan 7,6 skala Richter di Asia Selatan, berpusat di Kashmir, Pakistan; lebih dari 1.500 orang tewas.


2.4 Upaya Pencegahan Kerusakan Parah terhadap Gempa

  1. Menjaga kelestarian lingkungan
  2. Tidak merusak hutan
  3. Tidak merusak alam sehingga keseimbangan alam selalu terjaga
  4. Bangunan harus dibangun dengan konstruksi tahan getaran/gempa khususnya di daerah rawan gempa.
  5. Perkuatan bangunan dengan mengikuti standar kualitas bangunan.
  6. Pembangunan fasilitas umum dengan standar kualitas yang tinggi.
  7. Perkuatan bangunan-bangunan vital yang telah ada.
  8. Rencanakan penempatan pemukiman untuk mengurangi tingkat kepadatan hunian di daerah rawan gempa bumi.
  9. Zonasi daerah rawan gempa bumi dan pengaturan penggunaan lahan.
  10. Pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya gempa bumi dan cara - cara penyelamatan diri jika terjadi gempa bumi.
  11. Ikut serta dalam pelatihan program upaya penyelamatan, kewaspadaan masyarakat terhadap gempa bumi, pelatihan pemadam kebakaran dan pertolongan pertama.
  12. Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan perlindungan masyarakat lainnya.
  13. Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam menghadapi gempa bumi.
  14. Pembentukan kelompok aksi penyelamatan bencana dengan pelatihan pemadaman kebakaran dan pertolongan pertama.
  15. Persiapan alat pemadam kebakaran, peralatan penggalian, dan peralatan perlindungan masyarakat lainnya.
  16. Rencana kontinjensi/kedaruratan untuk melatih anggota keluarga dalam menghadapi gempa bumi







BAB III


KESIMPULAN


3.1 Kesimpulan

Dari uraian diatas terdapat beberapa kesimpulan yaitu:

1.         Gempa bumi adalah getaran yang terjadi permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi).

2.         Tipe gempa bumi adalah gempa tektonik, gempa vulkanik, dan gempa runtuhan.

3.          Gempa bumi disebabkan oleh pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan   oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya  mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran   lempengan. Pada saat itulah gempa bumi akan terjadi.

3.2 Saran

Untuk mengantisipasi gempa bumi yang sampai saat ini belum bisa diprediksikan kapan dan dimana akan terjadi maka dapat dilakukan beberapa langkah sebagai berikut :

1.                 Menentukan tempat-tempat berlindung yang aman jika terjadi gempa bumi.

2.                 Menyediakan air minum untuk keperluan darurat.

3.                 Menyiapkan tas ransel yang berisi (atau dapat diisi) barang-barang yang sangat dibutuhkan di tempat pengungsian

4.                 Menghindari bangunan yang tinggi saat gempa terjadi

5.                 Pergi ke tempat terbuka saat gempa berlangsung






Link Download